Analisis saham IRRA 2021 (metode CAN SLIM)

PT Itama Ranoraya Tbk (kode saham IRRA) adalah perusahaan publik di bidang kesehatan yang bergerak mengedepankan peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi sejak awal tahun 2000. PT Itama Ranoraya Tbk menjadi penyedia layanan kesehatan yang bermitra dengan prinsipal kesehatan terkemuka baik lokal maupun internasional seperti Oneject, Abbott, Terumo, HMD, BD (Becton, Dickinson and Company). IRRA melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 15 Oktober 2019 dan dikelompokkkan kedalam industri Penyedia & Distribusi Perlengkapan Kesehatan.Untuk memprediksi bagaimana pergerakan harga saham IRRA kedepan, kita akan lakukan analisis saham IRRA dengan motode  CAN SLIM.

Analisis saham IRRA motode CAN SLIM

Current quarter earning (laba kuartal sekarang) – Analisis CAN SLIM saham IRRA

Dalam analisis CAN SLIM saham IRRA yang pertama dilakukan adalah menganalisis poin-poin penting dilaporan keuangan kwartal terakhir. Berikut data keuangan kwartal terakhir yang sudah dipublikasikan(kuartal 1 tahun 2021)

31-Mar-21 31-Mar-20 Pertumbuhan
Pendapatan (milyar)
Total revenues
228,2 26,7 + 755%
Laba operasi (milyar)
Operating income
26,2 1,4 + 1771%
Laba bersih (milyar)
Net income
20,9 2,2 + 850%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
13,89 1,4 + 892%
  • Return On Asset (Annual) : 14,06 %
  • Return On Average Equity (TTM) : 32,25%
  • Return On Investment (TTM) : 32,06 %

Sumber data : Reuters

Annual Earning Increase (laba tahunan meningkat) – Analisis saham IRRA

Selanjutnya, dalam analisis CAN SLIM saham IRRA, kita lakukan analisis terhadap laporan keuangan tahunan perusahaan. Berikut data keuangan tahunan dari 2016-2020.

2020 2019 2018 2017 2016
Pendapatan (milyar)
Total revenues
563,9 281,8 265,6 225,2 13,0
Pertumbuhan + 100% + 6% + 18% + 1632%
Laba operasi (milyar)
Operating income
78,2 43,4 43,1 36,0 1,1
Pertumbuhan + 80% + 0,7% + 20% + 3172%
Laba bersih (milyar)
Net income
60,5 33,2 32,3 24,0 0,7
Pertumbuhan + 82% + 3% + 35% + 3329%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
39,79 26,21 26,88 19,98 0,59
Pertumbuhan + 52% – 3% + 35% + 3286%

Sumber data : Reuters

New management, new product, new high (manajemen baru, produk baru, harga tertinggi baru)

Tanggal 23 Juni 2021 PT Itama Ranoraya Tbk menyampaikan fakta material bahwa PT Itama Ranoraya akan masuk ke segmen ritel. Berikut hal yang diuraikan dalam penyampaian informasi fakta material tersebut:

PT. Itama Ranoraya Tbk optimis target pertumbuhan tahun ini  sebesar 80%-100% bisa kembali diraih. Optimisme ini didukung oleh hasil performa perseroan dalam bulan pertama tahun ini (5M2021). Periode 5M2021, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp331,0 miliar atau tumbuh 366% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp71,02 miliar. Produk in vitro berupa antigen test masih penyumbang terbesar penjualan perseroan. Diikuti produk Abbott lainnya seperti Reagen dan Mesin plasma yaitu Terumo. Di semester I tahun ini, penjualan didominasi oleh segmen ritel (NonAPBN/APBD), dan ini yang membuat pertumbuhan naik signifikan.

Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk Heru Firdausi Syarif menjelaskan bahwa, sebelumnya pelanggan perseroan mayoritas adalah institusi pemerintah seperti untuk program imunisasi, pengadaan peralatan medis di rumah sakit – rumah sakit Pemerintah, sehingga membuat perolehan pendapatan secara kuartalan terdistribusi di kuartal III dan IV. Tahun ini, perseroan mulai memperkuat segmen ritel atau nonPemerintah untuk semakin memperbesar pangsa pasar produknya, dan diversivikasi segmen pelanggan yang lebih solid. “Tahun sebelumnya, porsi penjualan dari order pemerintah sangat besar dan masuknya di buku kuartal III dan IV. Sejak kuartal IV tahun lalu kami mulai masuk ke pelanggan Non-APBN/APBD baik swasta maupun ritel termasuk membuka kerjasama dengan layanan kesehatan sebagai chenel distribusi produk kami. Ini yang membuat lonjakan perolehan penjualan kami di semester I ini. Segmen swasta dan ritel relatif merata secara kuartalan, berbeda dengan segmen Pemerintah yang biasanya mulai terlihat di kuartal III dan puncaknya kuartal IV”, ungkap Heru.

Kenaikan yang cepat untuk segmen ritel juga dikarenakan produk peseroan seperti Swab Antigen Test yang kini menjadi convenience goods yang dikonsumsi secara reguler. Dan ditambah dengan status produk Swab Antigent Test perseroan dengan merk Panbio sebagai produk rekomendasi WHO karena akurasi hasilnya. Pada awal pekan lalu, Perseroan telah melakukan kerjasama melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan PT Kimia Farma Diagnostik yang merupakan anak usaha dari PT Kimia Farma Apotek yang memiliki jaringan 422 klinik dan 73 Laboratorium untuk penyediaan alat test Swab Antigent Test Panbio. Dengan kerjasama tersebut IRRA menargetkan tambahan penjualan 300.000 unit Panbio per bulannya.

Kategori segmen ritel yang menjadi target perseroan termasuk rumah sakit dan klinik-klinik laboratorium swasta dan jasa layanan kesehatan eHealth Services. Direktur Pemasaran PT Itama Ranoraya Hendry Hermen mengungkapkan tahun ini Perseroan menambah cukup signifikan SDM terutama bagian penjualan untuk masuk ke segmen ritel, masuknya perseroan di segmen ritel akan semakin lengkap dengan tambahan produk baru perseroan yaitu Avimac yang merupakan imunomodulator untuk peningkat imun tubuh. “Avimac sudah mulai berkontribusi di penjualan kuartal III dan di awal, kami targetkan bisa terjual 150.000 botol, dengan kontribusi terhadap pendapatan mencapai 4%-5% di tahun ini”, ungkap Hendry.

“Kami optimis tahun ini , bisa kembali membukukan pertumbuhan seperti tahun lalu , apalagi jika melihat performa kami di semester I tahun ini yang ditopang segmen Ritel. Di semester II , selain dari instansi pemerintah, kami akan terus mengoptimalkan segmen ritel baik melalui penjualan secara langsung maupun melalui kerjasama-kerjasama seperti yang telah kami lakukan dengan PT Kimia Farma Diagnostika. Jadi tahun depan selain pertumbuhan organik, pertumbuhan dari ekspansi inorgaik sudah bisa berkontribusi terhadap pertumbuhan perseroan, sehingga perseroan bisa menjaga ritme pertumbuhannya tetap tinggi” Tutup Heru

Pola Grafik – Analisis Saham IRRA

Harga tertinggi saham IRRA adalah 4390 yang terjadi pada tanggal 13 Januari 2021. Harga saham kemudian mengalami pelemahan yang membentuk pola grafik harga  menyerupai huruf W atau lebih dikenal dengan pola Double Buttom. Saat ini harga berfluktuatif naik dan sangat volatile  bergerak menuju buy point ( ada yang menyebut pivot point adanya juga yang menyebut dengan resisten) di 2670. Jika harga saham IRRA berhasil menembus buy point alias berhasil breakout, maka besar kemungkinan harga saham IRRA akan melejit ke harga tertinggi baru, melampaui  4390.

Analisis saham IRRA 2021 (metode CAN SLIM)-double buttom

Grafik harga saham IRRA (mingguan) – Pola double buttom

Supply and demand (penawaran dan permintaan)

Sejak 21 Juni 2021, perdagangan saham IRRA mulai ramai dan volume transaksi meningkat. Pergerakan naik turun harga saham cukup lebar dan ditutup dengan harga yang naik tinggi pada 2 1 Juli 2021. Ini menandakan permintaan atau minat investor untuk membeli saham IRRA meningkat drastis.

Leader or laggard (pemimpin atau pecundang)

Saham IRRA didalam sektor industrinya berada sendirian. Tidak ada pembanding perusahaan yang satu sektor industri dengan IRRA.

Tingkat likuiditasnya dibursa cukup tinggi sehingga saham IRRA cocok sebagai saham untuk investasi untuk tipikal investing (menahan saham cukup lama) dan juga cocok untuk tipikal trading.

Institutional sponsorship (institusi pemegang saham mayoritas)

Berdasarkan data dari Biro Administrasi Efek per tanggal 23 Juni 2021, kepemilikan saham IRRA adalah:

Nama Jenis Jumlah Persentase
DR. Tjandra Yoga Aditama
Komisaris 
Kurang dari 5% 0 0%
Dodi Nurzani
Direksi
Kurang dari 5% 0 0%
Nanan Meinanta
Komisaris
Kurang dari 5% 0 0%
Heru Firdausi Syarif
Direksi
Kurang dari 5% 0 0%
Pratoto Satno Raharjo
Direksi
Kurang dari 5% 0 0%
Hendry Herman
Direksi
Kurang dari 5% 0 0%
PT Global Dinamika
Pengendali
Lebih dari 5% 1.116.000.000 69,75%
PT Neumedik Jaya Lebih dari 5% 84.000.000 5,25%
Saham Treasury Lebih dari 5% 100.000.000 6,25%
Masyarakat Kurang dari 5% 300.000.000 18,75%

Terlihat bahwa top manajemen (direktur dan komisaris) tidak memiliki kepelikan di saham IRRA.

Market direction (arah pasar) – Analisis saham IRRA

Indeks Dow Jones

Untuk mencermati arah pasar, yang pertama perlu dicermati pergerakan indeks Dow Jones. Saat ini pasar Amerika masih bergerak dengan tren bullish.

dow-jones-1 Juli 2021

Dow Jones – 1 Juli 2021

IHSG

IHSG menunjukkan tren sideways.

IHSG-1 Juli 2021

IHSG-1 Juli 2021

Tetap fokuskan investasi  anda pada saham dari perusahaan yang memiliki kinerja bagus. Hindari melakukan kesalahan investor saham yang sangak klasik.



Tuliskan komentar anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.