Saham blue chip (pengertian, sejarah, ciri-ciri, contoh)

Pengertian saham blue chip

Blue chip  bukanlah sebuah sektor yang ada di Bursa Efek Indonesia. Saham blue chip adalah sebuah istilah bagi kelompok saham dari perusahaan yang memiliki reputasi nasional (bahkan internasional) dari segi kualitas, keandalan dan kemampuan untuk beroperasi sehingga perusahaan selalu mendapatkan keuntungan baik disaat situasi baik maupun situasi buruk.

Indeks paling populer yang mengikuti blue chip di Amerika Serikat adalah Dow Jones Industrial Average, yaitu  rata-rata tertimbang harga dari 30 saham blue-chip yang umumnya pemimpin dalam industri mereka. Semua perusahaan di Dow Jones Industrial Average adalah blue-chips, tetapi Dow Jones Industrial Average adalah indeks yang tidak mencakup semua perusahaan yang blue chips. Namun demikian, ini telah menjadi indikator pasar saham yang diikuti secara luas sejak 1 Oktober 1928.

Sejarah saham blue chip

Sesuai dengan sifat perdagangan saham yang terkadang berisiko tinggi, istilah “blue chip” berasal dari permainan judi poker. Kumpulan chip poker yang paling sederhana meliputi chip putih, merah, dan biru. Dalam tradisi permainan poker ini biru (blues)  bernilai tertinggi. Jika chip putih bernilai $ 1, merah biasanya bernilai $ 5, dan $ 25 biru.

poker-chip-merah-putih-biru

Di Amerika Serikat pada abad ke-19, ada cukup tradisi menggunakan istilah blue chip untuk nilai yang lebih tinggi dalam kata benda dan kata sifat,  sehingga “blue chip” menandakan chip bernilai tinggi dan properti yang  bernilai tinggi Keduanya dibuktikan masing-masing sejak tahun 1873 dan 1894.

Konotasi  blue chip yang mapan ini diperluas pertama kali ke saham blue-chip di tahun 1920-an.  Menurut cerita rakyat perusahaan Dow Jones, ekstensi pengertian ini diciptakan oleh Oliver Gingold (karyawan awal perusahaan yang akan menjadi Dow Jones) sekitar tahun 1920-an., ketika Gingold berdiri di dekat ticker saham di perusahaan pialang yang kemudian menjadi Merrill Lynch . Sambil memperhatikan beberapa perdagangan saham yang berharga $ 200 atau $ 250 atau lebih, Oliver Gingold berkata kepada Lucien Hooper dari pialang saham W.E. Hutton & Co. bahwa ia ingin kembali ke kantor untuk “menulis daftar blue chip ini”

Sejak saat itu istilah blue chip digunakan untuk saham-saham yang berharga mahal, atau lebih umumnya  sekarang blue chip merujuk kepada saham-saham yang berkualitas tinggi.

Ciri-ciri saham blue chip

Ciri-ciri saham blue chip (blue chip stock) bisa didapatkan dengan kombinasi dari beberapa indikator berikut sebagai acuan untuk mengelompokkan perusahaan tersebut kedalam kategori blue chip:

1. Kapitalisasi

Perusahaan harus memiliki kapitalisasi pasar yang cukup besar (trilyun). Dengan demikian akan lebih sulit pasar untuk melakukan manipulasi harga.

2. Likuiditas (prosentase kepemilikan publik yang beredar cukup banyak)

Meskipun kapitalisasi yang cukup besar, masih harus dilihat lagi berapa persen sahamnya yang dimiliki publik (beredar di bursa). Jika kepemilikian publik terlalu sedikit, maka harga saham juga akan mudah dimanipulasi.  Sahamnya menjadi tidak likuid di bursa.  Jika anda memiliki sahamnya untuk trading, akan sulit untuk masuk dan keluar karena tipikal trading cendrung jangka pendek.

3. Lama perusahaan melantai di bursa

Lamanya perusahaan melantai di bursa juga penting, untuk mengetahui aktifitas (track record) saham tersebut dalam suatu periode. Kita akan pakai patokan paling minimal 5 tahun.

4. Kinerja perusahan dan stabilitas kinerjanya

Dan yang paling penting adalah bagaimana kinerja perusahaan selama kurun waktu tertentu.  Apakah setiap tahun perusahaan memperoleh laba? Apakah labanya selalu meningkat dari tahun ke tahun? Apakah besarnya laba cukup signifikan dibandingkan dengan modal perusahaan? Kita akan pakai patokan kinerja yang baik dan tumbuh selama 5 tahun. Stabilitas kinerja juga perlu diperhitungkan.  Harus perusahaan yang selalu memperoleh laba (kalaupun sempat merugi pada suatu tahun, maka ditahun berikutnya harus kembali memperoleh laba dan membalikkan kerugian tahun sebelumnya). Dan ini memastikkan bahwa perusahaan setiap tahunnya selalu mampu membayarkan dividen bagi pemegang sahamnya.

Catatan:

Saham yang masuk kategori blue chip tidak otomastis merupakan GROW  STOCK.  Untuk memilih mana yang merupakan grow stock ( sahamnya cendrung makin naik meski kapitalisasinya kecil ) harus dicermati terus laporan keuangannya selama paling tidak 4 tahun berturut-turut untuk mengetahui pertumbuhannya ( kinerja keuangan ).

Contoh saham blue chip di Bursa Efek Indonesia

Beberapa perusahaan yang masuk kategori saham blue chip di Bursa Efek Indonesia diantaranya:

1. Bank BRI (kode saham BBRI)

Bank BRI atau Bank Rakyat Indonesia merupakan salah satu perusahaan terbuka yang bergerak di sektor bank. Perusahaan Bank BRI resmi menjadi perusahaan terbuka setelah go public di Bursa Efek sejak 10 Nopember 2003. Pemilik saham mayoritas adalah Pemerintah Republik Indonesia dengan kepemilikan diatas 50%.

2. Astra International (kode saham ASII)

Astra International merupakan perusahaan otomotif terbesar di Indonesia. Mulai dari produksi mobil, sepeda motor, suku cadang dan termasuk memiliki anak perusahaan di sektor finansial. Astra International resmi menjadi perusahaan terbuka setelah go public pada 4 April 1990.

3. Gudang Garam (kode saham GGRM)

Gudang Garam termasuk salah satu perusahaan rokok terbesar di Indoensia. Perusahaan yang bermarkas di Kediri, Jawa Timur ini resmi menjadi perusahaan terbuka sejak 27 Agustus 1990

4. Semen Indonesia (kode saham SMGR)

Semen Indonesia ( sebelumnya bernama Semen Gresik ) merupakan perusahan semen terbesar di Indonesia. Memiliki beberapa anak perusahaan yang juga bergerah di sektor semen seperti Semen Padang. Semen Indonesia resmi menjadi perusahaan terbuka sejak 8 Juli 1991. Pemilik mayoritas adalah Pemerintah Republik Indonesia yang menguasai lebih dari 50% saham.

5. Unilever Indonesia (kode saham UNVR)

Unilever merupakan contoh perusahaan terbuka yang bergerak dibidang consumer goods terbesar di Indonesia Memproduksi makanan, minuman, keperluan rumah tangga dan barang kosmetik. Perusahaan yang bermarkas di Surabaya ini resmi menjadi perusahaan terbuka sejak 11 Januari 1982.

6. Kalbe Farma (kode saham KLBF)

Kalbe Farma merupakan contoh perusahaan terbuka yang bergerak di sektor farmasi dan asupan makanan. Kalbe Farma resmi menjadi perusahaan terbuka setelah go public pada 30 Juli 1991. Kalber Farma terkenal dengan produknya seperti Nutrilon, PediaSure, Sustagen, Bebelac, Frisian Flag dan bayak lagi yang lainnya.

7. Telekomunikasi Indonesia (kode saham TLKM)

Telekomunikasi Indonesia atau lebih dikenal dengan singkatan Telkom merupakan contoh perusahaan terbuka yang bergerak di sektor telekomunikasi. Telkom merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia. Resmi menjadi perusahaan terbuka sejak go public pada 14 Nopember 1995. Perusahaan Telkom secara mayoritas dikuasai oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan kepemilikan diatas 50%.

8. Charoen Pokphan Indonesia (kode saham CPIN)

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (”Perseroan”) didirikan di Indonesia dengan nama PT Charoen Pokphand Indonesia Animal Feedmill Co. Limited, berdasarkan akta pendirian yang dimuat dalam Akta No. 6 tanggal 7 Januari 1972, yang dibuat dihadapan Drs. Gde Ngurah Rai, SH, Notaris di Jakarta, sebagaimana telah diubah dengan Akta No. 5 tanggal 7 Mei 1973 yang dibuat dihadapan Notaris yang sama.

Kegiatan usaha utama adalah:

  • industri makanan ternak, pembibitan dan budidaya ayam ras serta pengolahannya, industri pengolahan makanan, pengawetan daging ayam dan sapi, termasuk unit-unit cold storage.
  • menjual makanan ternak, makanan, daging ayam dan sapi, bahan-bahan asal hewan di wilayah Republik Indonesia, maupun ke luar negeri dengan sejauh diizinkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

9. Bank BCA (kode saham BBCA)

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) adalah bank swasta terbesar di Indonesia. Bank ini didirikan pada 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV dan pernah menjadi bagian penting dari Salim Group. Sekarang bank ini dimiliki oleh salah satu grup produsen rokok terbesar keempat di Indonesia, Djarum.

10. Bank Mandiri (kode saham BMRI)

Bank Mandiri didirikan pada 2 Oktober 1998, sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank pemerintah yaitu Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia  dilebur menjadi Bank Mandiri, dimana masing-masing bank tersebut memiliki peran yang tak terpisahkan dalam pembangunan perekonomian Indonesia.

11. Bank BNI (kode saham BBNI)

Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk (BNI) pada awalnya didirikan di Indonesia sebagai Bank sentral dengan nama “Bank Negara Indonesia” berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2 tahun 1946 tanggal 5 Juli 1946. Selanjutnya, berdasarkan Undang-Undang No. 17 tahun 1968, BNI ditetapkan menjadi “Bank Negara Indonesia 1946”, dan statusnya menjadi Bank Umum Milik Negara. Selanjutnya, peran BNI sebagai Bank yang diberi mandat untuk memperbaiki ekonomi rakyat dan berpartisipasi dalam pembangunan nasional dikukuhkan oleh UU No. 17 tahun 1968 tentang Bank Negara Indonesia 1946.



Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments