Analisis saham PRDA 2021 (metode CAN SLIM)

PRDA adalah kode saham dari PT Prodia Widyahusada Tbk.  yang mulai melantai di bursa IDX dengan IPO pada tanggal 07-Des-2016. PRDA berada di sektor Penyedia Jasa Kesehatan (F121). Prodia menjadi Laboratorium Klinik terbaik dan terbesar di Indonesia seperti sekarang ini serta menjadi pusat rujukan nasional. Untuk memprediksi bagaimana pergerakan harga saham PRDA kedepan, kita akan lakukan analisis saham PRDA dengan motode  CAN SLIM.

Analisis CAN SLIM saham PRDA 2021 - double buttom - header1

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Andi Widjaja beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati. Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp 1,22 triliun. Hingga saat ini, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 269 outlet, termasuk di 127 kota di 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).

Analisis saham PRDA motode CAN SLIM

Current quarter earning (laba kuartal sekarang) – Analisis CAN SLIM saham PRDA

Dalam analisis CAN SLIM saham PRDA yang pertama dilakukan adalah menganalisis poin-poin penting dilaporan keuangan kwartal terakhir. Berikut data keuangan kwartal terakhir yang sudah dipublikasikan(kuartal 1 tahun 2021)

31-Mar-21 31-Mar-20 Pertumbuhan
Pendapatan (milyar)
Total revenues
625,5 391,4 + 60%
Laba operasi (milyar)
Operating income
192,9 29,1 + 563%
Laba bersih (milyar)
Net income
158,7 34,8 + 356%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
169,3 37,1 + 356%
  • Return On Asset (Annual) : 12,67 %
  • Return On Average Equity (TTM) : 21,57%
  • Return On Investment (TTM) : 19,1 %

Sumber data : Reuters

Annual Earning Increase (laba tahunan meningkat) – Analisis saham PRDA

Selanjutnya, dalam analisis CAN SLIM saham PRDA, kita lakukan analisis terhadap laporan keuangan tahunan perusahaan. Berikut data keuangan tahunan dari 2016-2020.

2020 2019 2018 2017 2016
Pendapatan (milyar)
Total revenues
1873,4 1744,3 1599,8 1466,0 1358,7
Pertumbuhan + 7% + 9% + 9% + 8%
Laba operasi (milyar)
Operating income
301,8 216,1 179,9 149,8 129,6
Pertumbuhan + 40% + 20% + 20% + 16%
Laba bersih (milyar)
Net income
268,7 210,3 175,5 150,8 88,1
Pertumbuhan + 28% + 20% + 16% + 71%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
286,7 225,8 187,5 160,5 115,9
Pertumbuhan + 27% + 20% + 17% + 38%

Sumber data : Reuters

New management, new product, new high (manajemen baru, produk baru, harga tertinggi baru)

RUPS  Prodia Widyahusada Tbk pada tanggal 8 April 2021 menetapkan beberapa keputusan. Perusahaan melakukan sedikit perubahan susunan direksi dan komisaris. Yang diganti adalah Komisaris independen dan Direktur independen.

Setelah IPO, Prodia Widyahusada melakukan terobosan dan pengembangan sebagaimana disebutkan di Milestone Prodia yaitu :

  • 2018:  Prodia meluncurkan Next Generation Lab dan Prodia Genomics Lab untuk memenuhi pemeriksaan kesehatan individu yang berbasis genetic.
  • 2019: Prodia berhasil menjadi laboratorium klinik terbesar di Indonesia dengan hadirnya 151 cabang (287 outlet) di 126 kota yang tersebar di 34 provinsi.
  • 2020: Prodia resmi menjadi bagian jejaring laboratorium rujukan nasional pemeriksaan RT-PCR COVID-19 memiliki kapasitas pemeriksaan hingga mendekati 2.000 tes/hari dan menjadi Laboratorium Swasta Pertama di Indonesia yang menggunakan alat otomatis penuh untuk RT-PCR COVID-19.
  • 2021: Prodia Raih Penghargaan Best Disclosure & Transparency pada The 12th IICD Corporate Governance Awards.

Pola Grafik – Analisis Saham PRDA

Harga tertinggi saham PRDA adalah 6850 saat awal IPO. Pada tanggal 7 Mei 2021 harga saham PRDA ditutup di 4400. Pola grafik harga yang terbentuk menyerupai huruf W atau lebih dikenal dengan pola Double Buttom. Saat ini harga berfluktuatif naik secara pelan-pelan untuk berusaha menembus buy point ( ada yang menyebut pivot point adanya juga yang menyebut dengan resisten) di 5250. Jika harga saham PRDA berhasil menembus buy point alias berhasil breakout, maka besar kemungkinan harga saham PRDA akan melejit ke harga tertinggi baru, melampaui  6850.

Analisis CAN SLIM saham PRDA 2021 - double buttom

Pola grafik saham PRDA (mingguan) : double buttom

Supply and demand (penawaran dan permintaan)

Permintaan tertinggi terjadi pada 12 Maret 2021 dimana volume perdagangan sangat tinggi dan harga bergerak naik.. Ini menandakan ada akumulasi dalam partai besar.

Leader or laggard (pemimpin atau pecundang)

Saham PRDA bukanlah pemimpin dalam artian penggerak pasar karena kapitalisasinya kecil dan saham yang beredar di masyarakat saat ini hanya dikisaran 4%. Pemegang dominan saham PRDA adalah PT Prodia Utama 57% dan Bio Majesty Pte Ltd (Singapore) 18%. Namun untuk perusahaan sejenis yang berada didalam satu sektor,  PRDA adalah leader.

Tingkat likuiditasnya dibursa agak kurang sehingga saham PRDA lebih cocok sebagai saham untuk investasi untuk tipikal investing (menahan saham cukup lama) dan kurang cocok untuk tipikal trading.

Institutional sponsorship (institusi pemegang saham mayoritas)

Berdasarkan data dari Biro Administrasi Efek per tanggal 6 Mei 2021, kepemilikan saham PRDA adalah:

Nama Jenis Jumlah Persentase
Andi Wijaya
Komisaris Utama
Kurang dari 5% 0 0%
Gunawan Prawiro Soeharto
Komisaris
Kurang dari 5% 0 0%
Endang Wahjuningtyas Hoyaranda Komisaris Kurang dari 5% 0 0%
Kemal Imam Santoso Komisaris Independen Kurang dari 5% 0 0%
Keri Lestari Dandan Komisaris Independen Kurang dari 5% 0 0%
Dewi Muliaty Direktur Utama Kurang dari 5% 0 0%
Liana Kuswanti Direktur Kurang dari 5% 0 0%
Indriyanti Rafi Sukmawati Direktur Kurang dari 5% 0 0%
Andri Hidayat
Direktur
Kurang dari 5% 0 0%
Ida Zuraida Direktur Independen Kurang dari 5% 400 0,0000427%
Masyarakat Kurang dari 5% 38.709.900 4,13%
Yayasan Kurang dari 5% 1.034.200 0,11%
Dana Pensiun Kurang dari 5% 9.794.150 1,04%
Asuransi Kurang dari 5% 10.039.400 1,07%
PT Prodia Utama Lebih dari 5% 534.375.000 57%
Bio Majesty Pte Ltd (Singapore) Lebih dari 5% 168.750.000 18%

Terlihat bahwa top manajemen (direktur dan komisaris) hampir tidak memiliki kepelikan di saham PRDA.

Market direction (arah pasar) – Analisis saham PRDA

Indeks Dow Jones

Untuk mencermati arah pasar, yang pertama perlu dicermati pergerakan indeks Dow Jones. Saat ini pasar Amerika masih bergerak dengan tren bullish.

Indeks Dow Jones Industrial Average - 6 Mei 2021

Indeks Dow Jones Industrial Average – 6 Mei 2021

IHSG

IHSG menunjukkan tren bearish.

IHSG - 6 Mei 2021

IHSG – 6 Mei 2021

Tetap fokus pada saham-saham dari perusahaan yang memiliki kinerja bagus. Hindari melakukan kesalahan investor saham yang sangak klasik.



Tuliskan komentar anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.